Masih Kah Ada?
Langkah lari begitu cepat, kami meninggalkan semua pergi
Memang sudah tidak ada lagi
Untuk apa, dalam tanah sendiri tanpa kebebasan menjadi tidak berarti
Menyusup berlindung dalam perdu, tergores berdarah pun sudah tak lagi ku rasa sakitnya
Dingin, kulit kami keras bagai kulit kayu
Tak tertembus oleh beku, tak akan menjadi gosong karena terik
Berhianat dan saling menghianati
Bertanya tanpa pernah menemukan jawabnya
Sekali lagi
Masih kah ada?
Satu jalan untuk kembali pulang
Menyebutnya sebagai rumah tanpa harus terjajah
Jauh tinggalkan hutan menuju perkampungan
Melepas tombak terganti dengan erat genggaman
Masih kah ada
Satu titik untuk ku sobek lebarkan sebagai sumber cahaya
Mengusir kutu penghisap darah, kaya negeriku
Siap" keren kak
BalasHapusAsseeeekkkk
BalasHapusAsseeeekkkk
BalasHapusGood
BalasHapusKerenn
BalasHapusGood
BalasHapusKeren
BalasHapusBagus
BalasHapus