.
Untuk Negeriku Indonesia
Hay Negeriku bagaimna kini kabarmu?
Begitu banyak pulau yang menyatukanmu.
Dari pedalaman hingga kota yang tiada matinya.
Kaya dan miskin selalu menjadi daya tarik media di dalam tubuhmu.
Perdebatan di kalangan atas selalu engkau sorot dengan mata dan sinarmu.
Sudah benarkah berita ataupun fakta yang ada?
Atau di tambah dengan opini yang ada?.
Hukum yang menjadi pengkokoh dirimu.
Kini di permainkan oleh para pemain Negeri ini.
Di mana yang bawah selalu menjadi korban dari kaum atas.
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Kini berkecamuk dalam tubuhmu.
Dari masyarakat kecil sudah mulai memainkan hal ini.
Bagaimana engkau merubah hal seperti ini yang melekat di dalam tubuhmu.
Hay Garudaku bagaimana kini keadaanmu?
Engkau bentangkan sayapmu dari Sabang - Merauke.
Engkau genggam erat dengan cengkraman kakimu.
Tapi mengapa kini mulai tak terlihat lagi engkau terbang dan melihat gengamanmu.
Hai pemimpin Negeri ini dan struktural yang ada.
Lihahlah kebawah dengan rakyatmu.
Yang telah mendukungmu dan menyerahkan segalanya kepada mu.
Karna rakyat percaya akan dirimu.
Masihkah engkau mempertebal dompet dalam sakumu dan memenuhi kebutuhan perutmu.
Saat rakyatmu kelaparan dan membutuhkan bantuan mu.
Negara ini bisa bangkit.
Jangan jadikan sebuah perbedan menghancurkan Negeri ini.
Begitu banyak Darah, Tenaga, Pemikiran, Penderitaan dan Pengorbanan yang telah di pertaruhkan untuk Menyatukan Negeri ini.
Jangan lagi ada kehancuran di masa Lalu yang terulang kembali.
Ayo bangkitlah hay pemuda dan pemudi Negeri ini.
Karna kamu lah yang membutuhkan Negara ini.!
Hidup NKRI.
Sumber:
https://www.kompasiana.com/choirul14/594667727aafb2619e45e282/puisi-untuk-negeriku-indonesia?page=all